Penjernih air Asin untuk sumur di Pilang Cirebon

Pemasangan Penjernih air Asin di Pilang Setrayasa

penjernih air asin Pilang CirebonPenjernih air Asin. Pada siang hari, senen tanggal 27 Juni 2016 Dew Water Filter menerima panggilan telepon dari calon klien, beliau membutuhkan penyaring untuk memfilter air sumur dirumah barunya berlokasi di perumahan Pilang Setrayasa – Cirebon. Setelah berbincang – bincang via Telepon dapat kesimpulan informasi tentang kondisi air sumur tersebut dengan permasalahan berbau lumpur dan berwarna keruh. Untuk lebih memastikan kondisi air yang mau di treatment, teknisi Dew Water Filter mendatangi lokasi tersebut, setelah mengambil sample air dan di test dengan tds meter, terukur di angka 2800ppm. Ini menandakan bahwa air sumur tersebut air asin / payau. Lanjutkan membaca →

Filter Air Untuk Ternak Ayam

Filter Air Untuk Ternak Ayam

Filter Air Untuk Ternak Ayam
Filter Air Untuk Ternak Ayam

Pada tanggal 26 April 2016 Team Dew water Fiter melakukan pemasangan dua unit Filter Air Untuk  Penjernih di kandang Ternak Ayam milik Bapak H. Jaelani di daerah kecamatan gegesik – Cirebon, sebelah utara kecamatan Arjawinangun. Ayam ternak di kandang  Bapak H. Jaelani membutuhkan air minum yang jernih dan tidak mengandung banyak endapan mineral un-organik yang bisa membahayakan kesehatan ayam. Filter Penjernih air yang di pasang di kandang ternak ayam tersebut bisa menyaring air menjadi bersih dan sehat buat ayam ternak, sehingga ayam selalu sehat dan siap di panen, biasanya masa panen ayam ternak ini berkisar antara 30-40 hari.

Sebelum dipasang Filter Air Untuk Ternak Ayam ini, kondisi air hasil sumur bor di kandang ternak ayam ini agak keruh dan ada sedikit bau, setelah dipasang penjernih air dengan memakai tabung purifier fiber dan media berisi carbon aktif, pasir silica serta manganese greensand juga di lengkapi dengan filter sedimen beserta houisng 10 inchi, hasil air setelah proses filtrasi menjadi bening dan tidak berbau.

penjernih air h jaelani 2Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak H. Jaelani yang telah mempercayakan solusi masalah air di kandang ternak ayamnya kepada kami,  Dengan memasang penjernih air (dengan harga yang terjangkau) untuk minum ayam di kandang Bapak, ini menunjukkan komitmen yang besar dan bentuk ikhtiar yang sangat cerdik, efektif dan efisien untuk memajukan usaha ternak ayam. Semoga usaha ternak ayam Bapak semakin sukses, mendapatkan profit yang berlimpah dan menjadi rezeki yang barokah dari Allah SWT.

Sebagai informasi, sebaiknya agar kualitas air yang diminum ayam lebih steril, untuk menghilangkan kandungan bakteri ecoli dan coliform didalam air yang diminum oleh ayam, sebaiknya setiap output pipa yang menuju ke tempat minum ayam di pasang satu set Ultraviolet untuk sterilisasi air.

ternak ayamSekilas Tentang Gegesik ;  adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Penduduk kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu ini sebagian besar hidup sebagai petani yang bekerja sebagai petani penggarap yang menyewa lahan sawah milik.

Kelurahan/desa

  1. Gegesik Kidul
  2. Gegesik Kulon
  3. Gegesik Lor
  4. Bayalangu Kidul
  5. Bayalangu Lor
  6. Gegesik Wetan
  7. Jagapura Kidul
  8. Jagapura Kulon
  9. Jagapura Lor
  10. Jagapura Wetan
  11. Kedungdalem
  12. Panunggul
  13. Slendra
  14. Sibubut

 

Filter Penjernih Air di Sumber

Filter Penjernih Air di Sumber

filter penjernih air di sumber
filter penjernih air di sumber

Berlokasi di perumahan Bumi Kepompongan Indah, pada hari senen 18 April 2016 teknisi Dew Water Filter memasang Filter Penjernih Air di Sumber Cirebon, bertempat dikediaman Bapak H.Beny, sebelum pemasangan Filter Penjernih air di lokasi ada endapan berwarna hitam, air di ambil dari sumur bor. Setelah dipasang Filter Air hasilnya menjadi bening dan segar, dengan alur proses air sumur bor ditarik pompa kemudian masuk ke penjernih air lalu diteruskan ke tangki air.

Spesifikasi filter penjernih air disumber yang kami pasang adalah satu tabung Purifier stainless tinggi diameter 10 inchi dan tinggi 54 inchi, komplit dengan media carbon aktif, pasir silica dan ferolite/manganese greendsand, di lengkapi dengan satu buah housing 10 inci warna bening dengan isi filter spoon kerapatan 5 micron.

Sumber adalah sebuah kecamatan di Tatar Pasundan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Kecamatan Sumber adalah Pusat Pemerintahan sekaligus sebagai Ibukota Kabupaten Cirebon. Di Kecamatan inilah terdapat Kantor Bupati Cirebon, Kantor DPRD, Pengadilan Negeri, Kejaksaaan, Pengadilan Agama, Kantor Polres, dan Dinas-Dinas lainnya, serta terdapat Stadion dan GOR Ranggajati. Stadion dan Lapangan Ranggajati sering dipakai upacara hari peringatan besar nasional yang dilakukan Kabupaten Cirebon di pimpin oleh Bupati Cirebon.

Dua desa yang berada di Kecamatan Sumber bergabung dengan Kecamatan Talun, Kedua desa yang sekarang bergabung dengan Kecamatan Talun adalah Desa Kubang, dan Sarwadadi. Empat desa yang ada di bagian barat Kecamatan Talun bergabung dengan Kecamatan Sumber. Keempat desa yang sekarang bergabung dengan Kecamatan Sumber adalah Kemantren, Sendang, Pejambon dan Gegunung. Setelah bergabung dengan Kecamatan Sumber, keempat desa tersebut statusnya berubah menjadi kelurahan.

Kelurahan/desa

  1. Gegunung
  2. Babakan
  3. Matangaji
  4. Perbutulan
  5. Sidawangi
  6. Sumber
  7. Watubelah
  8. Pasalakan
  9. Kaliwadas
  10. Tukmudal
  11. Kenanga
  12. Pejambon
  13. Sendang
  14. Kemantren

Dew Water Filter mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak H. Beny yang telah mempercayakan permasalahan air di kediamannya kepada kami, semoga filter penjernihnya menambah keberkahan Bapak Sekeluarga.

Pasang Filter Penjernih Air di Indramayu

Pasang Filter Penjernih Air di Indramayu

Filter Penjernih Air di Indramayu
pasang filter penjernih air di indramayu

Pasang Filter Penjernih Air di Indramayu , Pada hari sabtu dew water filter melakukan kegiatan pemasangan filter penjernih air yang bertempat dikediaman Krisna di  Kelurahan Karang Anyar  dekat plaza yogya toserba. Sebelum dipasang filter penjernih, kondisi air dibak penampungan banyak sekali endapan berwarna kuning, ada sedikit bau. dengan skema Aliran air dari sumur ditarik pompa menuju bak penampungan dan setelah nya baru dialirkan kejaringan pipa-pipa ke dalam rumah dengan didorong oleh pompa 125 watt.

Setelah dipasang Filter Penjernih Air di Indramayu ini, dengan skema Aliran air dari sumur ditarik pompa menuju bak penampungan lalu menuju filter penjernih dan setelah nya baru dialirkan kejaringan pipa-pipa ke dalam rumah dengan didorong oleh pompa 125 watt, air menjadi bening dan tidak berbau. Spesfikasi filter penjernih air sumur yang dipasang adalah ; Satu tabung FRP 1054 dengan 3 way valve, pasir silica, ferolite made in japan dan carbon aktif beserta satu buah housing dan spoon filter lengkap dengan knee-knee dan pipa.

Sejarah Indramayu

Menurut Babad Dermayu penghuni partama daerah Indramayu adalah Raden Aria Wiralodra yang berasal dari Bagelen Jawa Tengah putra Tumenggung Gagak Singalodra yang gemar melatih diri olah kanuragan, tirakat dan bertapa.

Suatu saat Raden Wiralodra tapa brata dan semedi di perbukitan melaya di kaki gunung sumbing, setelah melampau masa tiga tahun ia mendapat wangsit “Hai wiralodra apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah tiba disana berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana, kelak tempat itu akan menjadi subur makmur serta tujuh turunanmu akan memerintan disana”.

Dengan didampingi Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Undaksana berangkatlah mereka ke arah barat untuk mencari sungai Cimanuk. Suatu senja sampailah mereka di sebuah sungai, Wiralodra mengira sungai itu adalah Cimanuk maka bermalamlah disitu dan ketika pagi hari bangun mereka melihat ada orang tua yang menegur dan menanyakan tujuan mereka. Wiralodra menjelaskan apa maksud dan tujuan perjalanan mereka, namun orang tua itu berkata bahwa sungai tersebut bukan cimanuk karna cimanuk telah terlewat dan mereka harus balik lagi ke arah timur laut. Setelah barkata demikian orang tarsebut lenyap dan orang tua itu menurut riwayat adalah Ki Buyut Sidum, Kidang Penanjung dari Pajajaran. Ki Sidum adalah seorang panakawan tumenggung Sri Baduga yang hidup antara tahun 1474 – 1513.

Kemudian Raden Wiralodra dan Ki Tinggil melanjutkan perjalanan menuju timur laut dan setelah berhari-hari berjalan mereka melihat sungai besar, Wiralodra berharap sungai tersebut adalah Cimanuk , tiba-tiba dia melihat kebun yang indah namun pemilik kebun tersebut sangat congkak hingga Wiralodra tak kuasa mengendalikan emosinya ketika ia hendak membanting pemilik kebun itu, orang itu lenyap hanya ada suara “Hai cucuku Wiralodra ketahuilah bahwa hamba adalah Ki Sidum dan sungai ini adalah sungai Cipunegara, sekarang teruskanlah perjalanan kearah timur, manakala menjumpai seekor Kijang bermata berlian ikutilah dimana Kijang itu lenyap maka itulah sungai Cimanuk yang tuan cari.”.

Saat mereka melanjutkan perjalanan bertemulah dengan seorang wanita bernama Dewi Larawana yang memaksa untuk di persunting Wiralodra namun Wiralodra menolaknya hingga membuat gadis itu marah dan menyerangnya. Wiralodra mengelurkan Cakranya kearah Larawana, gadis itupun lenyap barsamaan dengan munculnya seekor Kijang. Wiralodra segera mengejar Kijang itu yang lari kearah timur, ketika Kijang itu lenyap tampaklah sebuah sungai besar. Karena kelelahan Wiralidra tertidur dan bermimpi bertemu Ki Sidum , dalam mimpinya itu Ki Sidum berkata bahwa inilah hutan Cimanuk yang kelak akan menjadi tempat bermukim.

Setelah ada kepastian lewat mimpinya Wiralodra dan Ki Tinggil membuat gubug dan membuka ladang, mereka menetap di sebelah barat ujung sungai Cimanuk. Pedukuhan Cimanuk makin hari makin banyak penghuninya. diantaranya seorang wanita cantik paripurna bernama Nyi Endang Darma. Karena kemahiran Nyi Endang dalam ilmu kanuragan telah mengundang Pangeran Guru dari Palembang yang datang ke lembah Cimanuk bersama 24 muridnya untuk menantang Nyi Endang Darma namun semua tewas dan dikuburkan di suatu tempat yang sekarang terkenal dengan “Makam Selawe”.

Untuk menyaksikan langsung kehebatan Nyi Endang Darma, Raden Wiralodra mengajak adu kesaktian dengan Nyi Endang Darma namun Nyi Endang Darma kewalahan menghadapi serangan Wiralodra maka dia meloncat terjun ke dalam Sungai Cimanuk dan mengakui kekalahannya. Wiralodra mengajak pulang Nyi Endang Darma untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan pedukuhan namun Nyi Endang Darma tidak mau dan hanya berpesan, “Jika kelak tuan hendak memberi nama pedukuhan ini maka namakanlah dengan nama hamba, kiranya permohonan hamba ini tidak berlebihan karena hamba ikut andil dalam usaha membangun daerah ini”.

Untuk mengenang jasa orang yang telah ikut membangun pedukuhannya maka pedukuhan itu dinamakan “DARMA AYU” yang di kemudian hari menjadi “INDRAMAYU”.